Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Edelweiss; Kecantikan di Puncak Gunung

Siapa tak kenal bunga Edelweiss. Apalagi mereka yang hobinya naik gunung, pastilah sangat akrab dengan bunga cantik ini. Tanaman ini memang banyak dijumpai di daerah pegunungan yang memang habitat aslinya. Kata “edelweiss” berasal dari bahasa Jerman, “edel” berarti, suci, mulia, dan “weiss” berarti putih.images (3)
Tanaman yang memiliki bunga indah ini merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana. Tanaman ini termasuk dalam family Asteraceae dengan habitat aslinya di daerah pegunungan yang dingin pada ketinggian di atas 2000 m dpl. Secara umum bunga Edelweiss berukuran kecil-kecil, berwarna putih dan sedikit berbulu-bulu halus. Namun sesungguhnya, ada beragam jenis Edelweiss di dunia ini. Dari perbedaan warna bunganya ada edelweiss putih, ungu, kuning, dan merah muda. Sedangkan jenis edelweiss yang populer di Indonesia adalah jenis Anaphalis Javanica (Edelweis Jawa).
Edelweis adalah tumbuhan perintis di tanah vulkanik yang tandus, bebatuan pegunungan dan lembah-lembah. Keistimewaan Edelweis adalah mampu hidup dalam media yang miskin unsur hara, karena tanaman ini bersimbiosis dengan mikoriza. Mikoriza adalah jamur yang berasda di perakaran yang bertugas menambat Nitrogen dan dekomposisi materi organik. Dari peran Mikoriza tersebut Edelweis mendapatlan nutrisi, sehingga mampu hidup ditanah tandus sekalipun.
Pelajaran dari Edelweiss images (2)
Setidaknya ada tiga sebutan yang disematkan pada bunga Edelweiss. Pertama yaitu bunga keabadian. Disebut bunga keabadian, karena bunganya yang tidak pernah layu, terus awet dan berada dipuncak gunung sebagai simbol keabadian. Kedua yaitu sebagai lambang ketulusan.  Edelweiss tumbuh di daerah yang tandus dan ekstrim. Ia menerima keadaan apa adanya dan tetap memberikan kecantikan dan keindahannya pada alam. Bunga ini juga mengandung arti sebagai lambang perjuangan, karena bunga ini tumbuh ditempat yang tandus, dingin, dan miskin unsur hara. Edelweiss berjuang untuk hidup di alamnya yang ekstrim dan orang untuk dapat menikmati keindahannya harus berjuang bersusah payah mendaki gunung.
Edelweiss di Ambang Kepunahan
Dulu, pengen banget ada yang ngasih bunga edelweiss yang diambil sendiri dari gunung. (Jiahh.. khayalan tingkat dewa! hahaha :D ) Tapi sekarang justru geram rasanya kalau ada orang yang ngambil bunga edelweiss ini soalnya bunga ini sudah masuk dalam kategori sebagai tumbuhan langka. Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) bunga edelweiss sudah berstatus kitis. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tumbuhan ini sudah dinyatakan punah.
Di beberapa tempat wisata, Edelweis menjadi barang dagangan yang cukup menjanjikan dan banyak diburu mereka yang tak sanggup memetik di gunung. Juga tangan-tangan jahil para pendaki gunung yang walau tidak melakukan jual beli Edelweis tetap saja mengambil Edelweiss untuk kepentingan pribadi adalah tindakan terlarang. Seorang pendaki gunung seharusnya memegang filosofi pecinta alam sejati, “pantang meninggalkan selain jejak kaki, pantang membawa sesuatu selain kenangan,”. Eksploitasi terhadap Edelweiss harus segera dihentikan jika tak ingin bunga yang cantik ini benar-benar punah selamanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar